www.kegawarrior.com

Selasa, 18 Mei 2010

ATURAN IKLAN UNTUK ANAK-ANAK


DALAM IKLAN TIDAK BOLEH MENJUAL PRODUK YANG BUKAN UNTUK ANAK-ANAK, (harus dibedakan mana yang untuk anak-anak dan mana yang untuk orangtuanya)

Seringkali saat kita sebagai orangtua atau guru, mengajar mereka dengan cara orang dewasa yang semestinya memang untuk orang dewasa. Kita lupa bahwa mereka adalah anak-anak. Apa yang diajarkan untuk mereka, ajarkan untuk mereka. Namun sebaliknya, porsi yang untuk orangtua, juga berikan kepada orangtua. Di lapangan sering ditemui, orangtua sudah mengajarkan "membunuh" lawan anak-anak mereka. Orangtua menemani dan membantu anak-anak bermain game dengan tema balas dendam dan pembunuhan!!!! What? Its real!

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jay Martin dari Universitas Southern California ditemukan bahwa (dalam studi beberapa tahun atas 732 anak) konflik dengan orang tua, perkelahian sesama anak, dan kejahatan remaja, ternyata ada korelasinya dengan jumlah jam menonton televisi". Titik beratnya pada berapa lama waktu yang dipergunakan untuk menonton. Dari dunia game ditambahkan bahwa dari keseluruhan tema game yang beredar sekarang ini ternyata hanya 10% yang berisi perbuatan baik dan perilaku menolong!!

IKLAN TIDAK BOLEH MEMAKAI SELEBRITI ANAK YANG TERKENAL UNTUK MENGIKLANKAN PRODUK (promosi atau meng"endorse")

Mengapa demikian? Karena otomatis anak-anak akan "hanyut" dan "terhipnotis" untuk membeli produk itu. Bukan karena produknya tetapi karena bintang ciliknya!

Gereja juga melakukan hal yang sama. Mengundang selebriti untuk menarik massa/jemaat. Seringkali orang datang bukan karena "produk atau yang Punya produk" tetapi karena ada artisnya. Hmmm, memang anak-anak "kecil" sich! KKR Anak mengundang artis, saya tidak setuju. Artis hanya untuk mengumpulkan masa, tapi bukan itu caranya. Yesus nggak perlu artis! Walaupun waktu itu ada tokoh-tokoh pada jamannya. Itu aja yang mengikuti Dia ribuan orang..

WYSIWYG (What You See Is What You Get) IKLAN HARUS JELAS APA YANG DILIHAT ITULAH NANTI YANG MEREKA DAPAT

Seringkali promo pada anak-anak hanya oke di layar, tetapi tidak jelas aturannya. Promo discount-pun seringkali demikian. Hanya untuk menjebak calon pembeli.

Apakah pengalaman kita yang pernah kita dapat (get) dapat dilihat (see) oleh anak-anak? Sehingga mereka tidak hanya melihat (see) saja tetapi juga mendapatkan (get) apa yang kita ajarkan tentang Yesus dengan seluruh eksistensiNYA.Ingat kisah Ayub. Kalau dulu ia mengenal Allah dari kata orang, hingga akhirnya ia melihat (see) dan mendapatkannya (get) sendiri.

TIDAK BOLEH MEMBERIKAN SUGESTI PADA ANAK-ANAK. MISAL: KALAU PAKAI PRODUK INI PASTI HEBAT, LEBIH PINTAR, DSB

"Anak-anak...gereja kita lebih baik dari gereja di sana.. lihat ada semuanya di sini" demikian kata salah satu guru SM pada murid-muridnya. Ada yang lain,"Gereja di sana tidak pakai tepuk tangan, di tempat kita pakai, jadi kitalah yang paling oke di hadapan Tuhan."
Ajarkan anak-anak untuk memahami keragaman dalam tubuh Kristus. Bawa mereka pada kesatuan hati dalam Kristus. Saya percaya, anak-anak lebih mudah untuk hal ini dibandingkan kita orang dewasa. Jangan menjelekkan atau menyudutkan denominasi tertentu di hadapan anak-anak, atau mengajarkannya!! Kecuali memang benar-benar menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Itupun harus tetap diajarkan bagaimana kita tetap mengasihi mereka.

TIDAK BOLEH MENGIKLANKAN LEBIH DARI 1 KALI TAYANG IKLAN PRODUK YANG SAMA DALAM WAKTU 30 MENIT

Hal tersebut dianggap "mencuci otak" mereka. Luar biasa, jikalau Firman Tuhan yang terus diperkatakan, artinya otak anak-anak kita jadi tercuci dengan baik. Firman Tuhan yang memerdekakan, Firman Tuhan yang membawa perubahan!
Berapa banyak orangtua dan guru mengajar, yang disampaikan bukan lagi Firman Tuhan, tetapi mujizat yang dialami saja, berkat yang dialami, kesehatan, dsb. Kadang tak ada satupun kutipan Firman yang disampaikan. Semuanya tentang dirinya sedangkan Yesus tak diceritakan! Kabarkan tentang Yesus dan KerajaanNYA, bukan kerajaan kita!


Lets move and be mover!
Prepare to next generation...
Kak Toni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar